93

1077 Kata

Selagi mencoba membujuk Mila tiba-tiba ponselku berdiri dan itu adalah panggilan dari Fatia. Melihat namanya berpendar di layar ponselku aku agak ragu untuk menjawabnya, namun karena ada Mila di hadapanku yang nampak memicingkan mata dan curiga, aku jadi tak punya pilihan. "Sebentar, ya." "Angkat saja di sini? Kenapa kau takut?"wanita itu menekanku dengan menunjuk jarinya agar aku tetap berdiri di depannya. "Ini bosku, sebenarnya sudah 3 hari aku tidak kerja karena sakit di apartemen. Aku baru mau masuk esok hari." Dengan gugup kukatakan itu, aku kesulitan mencari alasan yang terdengar masuk akal. "Bukannya kau bilang ... kau tidak kemana-mana dari gudag itu?! Tapi kau malah mengunjungi Fatia dan sempat tinggal di apartemen kita. Kenapa kau bohong. Sepertinya kau mempermainkanku, Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN