Part 20

1695 Kata

Setelah kejadian yang menimpa meraa siang tadi, ale sangat mengutuk dirinya sendiri karena bertindak di luar nalar nya. Ale yang menunggu meraa di samping nya. Dokter mengatakan jika luka di kening meraa tidak begitu dalam jadi tidak perlu di bawa ke rumah sakit atau sampai di jahit. Ale menggenggam kedua tangan meraa dan selalu merapalkan do’a agar meraa segera bangun dari ketidaksadaran nya. Sesekali ale mengusap-usap telapak tangan meraa yang terasa dingin. “ Bangun meraa , maafin aku “ Guman ale ynag masih setia menunggu meraa di samping nya. Ale dengan begitu setia menemani meraa hingga tertidur dengan posisi duduk namun kepala ale di sandarkan tepat di samping perut meraa. Dan tangan ale pun masih tetap memegang tangan meraa. Ketika meraa mulai tersadar dari tidur panjang nya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN