Perasaan meraa yang sangat tulus menganggap semua yang di lakukan ale adalah murni dari hati nya. Meraa merasakan gejolak pada dirinya saat ale mulai menjamahnya, semua hasrat jiwa raga meraa seakan ingin terlepas seakan ingin terbang meninggalkan jiwanya. Di dalam kamar, meraa sangat merasa bahagia mendapati sikap manis ale saat berada di dapur tadi. Senruhan tangan nya dan hembusan nafas nya yang panas menggairahkan, sangat membuat otak meraa berfantasi untuk lebih memiliki nya. Namun terkadang ada sisi rasa tak percaya diri pada meraa karena perasaan nya yang takungkin terbalaskan oleh ale. Hati meraa merasa jika perlakuan ale kepada nya hanya sebatas simbiosis mutualisme, Meraa sangat tahu jika pernikahan mereka pun tidak berdasar perasaan apapun dari keduanya. Hanya saja mera

