Part 18

1885 Kata

Pagi ini terasa seperti mimpi saat meraa membuka matanya dan mendapati ale yang memeluk nya dengan tubuh kekarnya. Meraa membelai wajah ale , dari kening lalu turun menyusuri pipi hingga berhenti pada dagu ale. “ Kamu begitu tampan , tapi kamu kurang lembut dikit aja “ Gumam meraa saat menikmati kesempurnaan dunia yang ia lihat. “ Aku mendengar nya , dan singkirkan tangan mu dari wajah ku atau kau memang ingin aku terkam “ Ucap ale yang masih memejamkan mata nya dan ia pun masih sangat erat memeluk meraa dalam tidurnya. Setelah mendengar perkataan ale yang akan menerkam meraa jika tangan nya masih tetap bermain membelai setiap sudut wajah nya membuat meraa terkekeh geli. Meraa yang ingin bangun kini membalikkan tubuh nya agar leluasa untuk bangun , namun sebelum ia berdiri ale semak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN