Kesunyian yang sangat melanda hati meraa saat ini benar-benar menguras perasaan nya. Meraa yang sudah sangat puas menangisi apa yang ia rasakan ketika ale yang semakin hari semakin terasa menjauh dari nya. Pikiran meraa terus saja mengumpat diri nya sendiri karena kejadian na’as yang menimpa nya. Setelah beberapa waktu kepulangan meraa di rumah yang sudah terlalu banyak menyimpan kenangan indah. Tanpa ada nya gurauan canda tawa yang khas dari seorang ale yang sangat ia cintai. Pagi ini terasa sedikit mendung. Meraa bangun dari tidur nya , ia ingin beranjak dari tempat tidur nya tetapi badan meraa terasa tertahan. Ia memalingkan wajahnya untuk melihat paras tampan suami nya yang masih lelap tertidur , Ia pandangi lalu mendaratkan kecupan di kening ale begitu lama hingga tak terasa

