Part 6

1333 Kata
Malam yang sangat begitu panjang memberikan ritme pada detak jantung kedua insan yang berada di ke gundahan hati masing-masing. Ale yang mengajak meraa untuk singgah di rumah nya yang tidak ia tempati untuk bertemu dengan surya yang sudah berada di kediaman ale untuk mengenal meraa lebih jauh karena ale yang sudah membawa meraa pada jeratan nya. Ale tidak menuntut meraa untuk terlihat seperti wanita-wanita yang di kenalkan surya pada ale terdahulu, ale hanya meminta meraa menjadi seseorang yang selalu mengikuti kata hati nya dan tidak pernah berfikir untuk mencoba merubah jati dirinya. Meraa hanya berpakaian dengan santai hem berwarna merah jambu dan celana jeans pensil warna hitam pekat tak lupa flatshoes baru yang di belikan oleh bos nya siang tadi. Dandanan nya pun natural hanya beralaskan foundation , di beri sedikit taburan bedak lalu bulu mata yang lentik di perindah dengan maskara serta eyeliner tak lupa dengan pemanis bibir lipcream dengan warna yang sama dengan hem yang di pakai nya. Ale yang sudah menunggu meraa di depan cv terkejutkan dengan kedatangan meraa yang sangat nampak berbeda dari biasa nya. Tatapan mata ale seakan-akan tidak ingin meluputkan pandangan nya terhadap meraa yang sudah ada di hadapan nya. “ bos “ meraa memukul lengan ale untukmemecahkan lamunan nya. “ ayo berangkat “ ucap meraa. “ oohhh , iya oke “ kata ale lalu membukakan pintu mobil untuk meraa, dan meraa langsung memasuki mobil “ cantik “ gumam ale dengan senyum yang merekah pada sudut bibir nya serta menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal dan menaiki mobilnya lalu bergegas menuju kediamannya. Nampak begitu hening di dalam mobil , ale mencoba memecah keheningan dengan menyalakan musik dari audio mobilnya. Dan terdengar lagu kesukaan meraa hingga membuat meraa melambungkan senyumnya membuat ale mengerutkan keningnya berfikir tentang apa yang sedang meraa bayangkan. Ale mencoba mengganti channel yang sedang di putar nya tadi tapi seketika tangan nya di pukul meraa. “ jangan ganti “ ucap meraa dengan lirikan yang begitu tajam hingga membuat ale merasa sedikit ngeri. “ idih serem banget, horor “ gurau ale dengan kekehan nya yang menggoda meraa. Meraa yang merasa agak sedikit kesal karena perkataan ale memilih mencubit lengan nya dan membuat ale mengaduh karena .erasa sakit. “ seneng banget sih nyubit-nyubit kalau endak pasti mukul “ komplain ale karena perilaku meraa yang seperti anak-anak. “ emang kenapa dengan lagunya kok gak boleh di ganti , masalalu ya “ goda ale pada meraa yang menolak ale untuk menghentikan lagu yang sedang di putar. “ lagu kesukaan , kalau denger lagu ini hati tenang sayang nya sekarang yang laris yang di arancement nya aja padahal jika di dengerin lagunya kaya gini lebih aden di hati “ ucap meraa dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Dan ale bisa melihat ada beberapa bulir airmata yang di tahan meraa supaya tidak jatuh. Ale pun hanya mampu dia tak berguming apapun untuk menjawab kata-kata yang sudah terlontar dari mulut meraa , beberapa waktu yang telah berjalan hingga akhir nya mereka sampai di kediaman ale sanjaya Meraa memandang takjub karena melihat rumah ale yang sangat begitu besar , tapi kenapa ale lebih memilih untuk tinggal di cv di bandingkan rumah nya. Ale mengajak meraa masuk dan di dalam nya sudah ada surya yang sedari tadi menunggu. Ada juga satu sosok wanita yang berusia 40 tahun berdiri mempersilahkan kami duduk pada kursi di ruang makan. “ silahkan tuan dan nyonya , sudah lama tidak bertemu tuan “ ucap wanita itu saat menyapa ale dan meraa. “ aku sibuk bu , ibu gak capek-capek kan selama aku jarang pulang “ ale yang begitu akrab nya dengan wanita itu seperti ibu nya saja. “ ohh ya perkenalkan ini wanita yang sedari dia muda sudah mengabdikan diri nya untuk merawat aku dan dia sudah seperti ibu ku sendiri , nama nya ibu ina “ ale memperkenalkan wanita yang ternyata bernama ina kepada meraa. “ hai bu , salam kenal aku meraa “ dengan berdiri meraa memperkenalkan diri , dan di tanggapi senyuman oleh ina. “ ibu ambilkan makanan dulu “ pamit ina yang meninggalkan meja makan untuk menyiapkan hidangan untuk di santap pada pertemuan ini. “ aku bantu bu ina dulu ya “ ucap meraa pada ale dan mengikuti bu ina ke dapur. Dan disana hanya menyisakan ale dan surya yang sedari tadi diam tanpa kata. “ dia cantik dan cukup manis “ ucap surya memecah suasana hening yang ada pada ruangan kecil di rumah ale itu dan seperti biasanya tidak ada tanggapan apapun dari ale. “ jika memang meraa adalah kekasih mu kakek sangat bahagia , namun jika kamu menipu kakek untuk membebaskan mu dari perjodohan yang aku buat maka bukan ini jalan keluarnya. Meraa wanita yang baik jangan pernah berniat untuk mempermainkan nya “ jelas surya kepada ale yang masih tetap memilih untuk diam. Surya sendiri pun tidak pernah mengerti jalan pikiran ale yang tidak mau membuka hatinya semenjak insiden yang sangat membuat nya sangat terluka dan menutup dirinya untuk siapa pun. Meraa dan ina datang untuk menyiapkan hidangan makan malam , sepertinya antara meraa dan ina sudah sangat dekat karena beberapa waktu saat mereka bersama tadi di dalam dapur. Ini masih mengambil beberapa makanan yang masih ada di dapur dan meraa menuangkan nasi untuk surya dan ale. Acara makan malam pun berlangsung dengan baik tanpa ada sepatah katapun terlontar dari masing- masing yang sedang menyantap makanan di meja makan. Ale pun sudah mengetik meraa agar tidak terlalu banyak bicara , supaya tidak terlalu muncul banyak pertanyaan dari surya. Karena ale pun juga sudah paham watak dari kakek nya itu , jika surya belum menerima bukti yang sesuai dengan apa yang di sampaikan ale maka surya tidak akan percaya. Bagi surya hubungan ale dan meraa begitu mengganjal , surya sangat mengenal bagaimana sifat maupun sikap yang sudah mendarah daging pada ale. Hingga akhirnya surya merangkai rencana untuk mereka. “ oh ya , sudah berapa lama kalian berhubungan? “ tanya kakek di sela waktu makan mereka. “ sudah lama , tidak terhitung “ kata ale datar menjawab pertanyaan surya. “ kalau begitu kalian lebih baik menikah saja “ meraa sangat terkejut ketika surya meminta mereka untuk menikah. “ tidak segampang itu untuk menikah , meraa masih mempunyai banyak tanggungan “ kata ale yang masih sama dengan nada datar nya. “ jika menikah semua beban meraa akan tertangani karena suami nya , betulkan kata ku? “ tegas surya. Meraa yang sedari tadi hanya terdiam karena merasa sangat terkejut dengan pernyataan surya benar-benar tidak mampu untuk mengucapkan sepatah katapun. Bagaimana mungkin mereka bisa menikah bertemu saja baru beberapa hari dan juga meraa masih harus menghidupi kerluarga nya dan menyekolahkan adik-adik nya. Jika dia menikah di usia yang sangat muda apakah dia bisa memenuhi kebutuhan keluarga nya yang masih menyimpan harapan kepada meraa. “ menikah lah secepat mungkin , atau aku akan tetap memaksa mu untuk menikah dengan wanita pilihan ku “ surya yang sudah di ambang emosi nya karena tidak mendapati tanggapan apapun dari ale akhirnya memutuskan untuk menyuruh ale menikahi meraa secepat mungkin dan setelah itu surya masuk ke dalam kamarnya tanpa berpamitan kepada ale ataupun meraa. “ lebih baik kita bicara terus terang saja pada kakek mu bos “ saran meraa pada ale , karena fikiran meraa saat ini begitu kacau setelah mendengar kata-kata surya. Ale yang sedari tadi masih memikirkan jalan solusi bagi meraa ataupun dirinya , ale sendiri pun juga tidak mau jika dia harus menikah dwngan wanita pilihan kakek nya yang sama sekali tidak dia kenal. “ menikalah dengan ku meraa “ ucap ale yang sontak membuat meraa begitu sangat terkejut. Permainan apa yang kini sedang di rancang oleh ale , kenapa dia dengan tiba-tiba juga mengajak meraa menikah. Bukan kah hanya saling menyakiti satu sama lain jika pernikahan ini tidak di dasari rasa apapun , dan bagaiamana mungkin meraa menikah dengan laki-laki yang usia nya selisih jauh dengan nya. Apa kata orang tua meraa nanti jika mengetahuinya. “ apa pernikahan ini juga termasuk sebagai sandiwara yang akan kamu buat? “ ucap meraa dengan tatapan yang sangat rulit di artikan. Bersambung...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN