BAB 5

1023 Kata
Entah apa itu sebuah perasaan yang nyata atau hanya sekedar hal sementara. Saat jauh terasa sesuatu hal yang memberikan hal yang tidak biasa. Ale membawa meraa untuk bertemu dengan surya di tempat dimana ale meninggalkan surya dan ayu tadi . ale tidak mau selalu ikut semua permintaan surya karena bagi ale kadang ada beberapa hal yang membuat ale berat u tuk menjalani nya. Ale ingin menjadi seseorang yang bebas tanpa ada yang memberatkan , namun dengan kata lain bahwa semua yang di lakukan ale hanya tergantung suasana hati nya. Ale dan meraa hampir sampai ke tujuan mereka, sebelum memasuki restoran tiba-tiba saja ale memggenggam tangan meraa. Jari-jari ale mengisi sela pada tangan meraa dan genggaman itu seperti menuntut untuk di balas. Perasaan meraa terasa berkembang hebat saat ini , baru pertama kalinya meraa memegang tangan seorang pria saat di sudah dewasa seperti sekarang. Setelah sampai dimana tempat surya dan ayu sedang menyantap makanan , ale memperkenalkan meraa pada surya. “ maaf sebelumnya , perkenalkan ini meraa pacar ale kek “ senyum pada bibir meraa merekah saat mendengar kata itu , “ perkenalkan saya meraa utari “ ucap mera sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan surya. Surya pun menanggapi nya dengan senyum lalu ale mempersilahkan meraa untuk duduk. “ kenapa baru sekarang kamu mengenalkan nya pada kakek , kalau enggak kepepet kaya gini pasti kamu bakal nyembunyiin pacar kamu lebih lama lagi “ gerutu surya pada ale. “ ohh ya meraa , asal kamu dari mana disini kerja dimana tinggalnya sekarang dimana “ pertanyaan surya yang beruntun hingga membuat meraa binguung sendiri bagaimana dia harus mulai menjawab nya. “ asal ku.. “ ucapan meraa terhenti seketika saat ale menjawab semua pertanyaan surya “ asal indonesia , kerja di cv dan tinggal di cv “ dengan singkat ale menjawab nya dan melirik pada meraa dan sontak membuat meraa mengerutkan dahinya. “ kau benar-benar kejam , dia pacar mu bukan “ timpal ayu yang sedari tadi menjadi pendwngar setia mereka dan tidak ada satupun yang memperkenalkan nya. “ aku ayu , wanita yang akan di jodohkan dengan ale “ kata ayu yang terlalu percaya diri. “ jaga bicara mu “ terlihat ada kemarahan pada diri ale saat ayu mengatakan ini, sejak kapan ale menyetuji perjodohan yang tak masuk akal ini. “ aku tidak akan pernah mau menikah dengan siapapun yang di perkenalkan kakek , aku hanya akan menikah dengan wanita pilihan ku “ “ jangan pernah berniat menikahi ku, walaupun itu Cuma sekedar dalam angan mu “ perangai ale memang sangat buruk sekali , tak pernah memangdang siapapun. Baginya apa yang terbaik untuk nya akan dia tempuh walaupun banyak halangan nya. “ sekali lagi aku tekankan pada kalian , terutama untuk kakek. Aku bisa mencari kebahagiaan ku sendiri. “ ucap ale lalu mengajak meraa. Meraa yang tidak enak hati pada kakek menundukkan kepalanya dan meminta maaf pada kakek. Lalu mengikuti ale yang sudah dulu pergi meninggalkan nya. Ale yang tidak akan bisa menghilangkan perangai buruk yang ada pada dirinya , karena bagi nya semua ini sudah nyaman buat nya. “ tunggu bos “ dengan nafas yang tak beraturan meraa berteriak karena sedari tadi berlari mengikuti ale namun susah untuk mensejajarkan jalan nya untuk menunggu nya. Ale tiba-tiba menghentikan langkah nya dan meraa yang ada di belakang ale menabrak nya hingga sang empunya mengaduh sakit dan di rasa meraa rem kaki meraa sudah blong. “ sorry bos , rem blong “ kata meraa dengah kekehan nya. Ale berbalik lalu menyentil kening meraa dan meraa pun hanya mengusap kening nya. Bagi meraa sekarang tidak ada kata takut untuk berhadapan dengan bos ya yang mempunyai perangi buruk itu. Asal mereka tahu apa yang di inginkan ale pasti ale tidak akan bertindak di luar nalar nya. “ samakan langkah mu “ ale menarik faira hingga tepat berada di samping nya , ada rasa yang menggelituk pada diri ale saat bertindak apa yang dia inginkan tanpa ada yang menahan nya. Sejak kapan ale berhenti tersenyum. Entah lah bahkan ale sendiri pun tidak tahu kapan terakhir kali dia tersenyum , tapi beberapa saat ini sejak kedatangan meraa dia merasa ada hal yang berbeda. ***** Kini ale dan meraa sedang dalam perjalanan menuju cv , namun terdengar suara getaran handphone ale , saat di lihat tertera nama kakek di layar ponsel nya. “ ya kek “ walaupun sedang mengangkat ponselnya ale tetap fokus pada jalan saat menyetir. “ bawa meraa ke rumah agar bertemu kakek , sekarang “ perintah surya pada ale karena ada seseuatu hal yang ingin di bicarakan. “ baik “ ale segera membelokkan setir mobilnya lalu menuju rumah nya , karena surya sudah menunggu . Setelah beberapa menit perjalanan mereka menyusuri jalan yang sangat padat saat ini akhirnya sampai pada tujuan mereka yakni rumah ale. Tanpa membunyikan bel maupun mengetuk pintu nya , ale langsung membawa meraa masuk dan kedatangan mereka di sambut hangat oleh pengurus rumah tangga di rumah ale. Sebelum bertemu dengan surya ale menunjukkan kamar dimana meraa akan tidur malam ini , karena ale sudah menebak apa yang akan di bicarakan nanti nya dengan surya kakek nya Saat menunjukkan kamar pada meraa ia memandang takjub dengan desain interior kamar nya , bagkan kamat yang di tempati nya saat ini saja seperti rumah keluarga kecil meraa di kampung. Bagaimana bisa dia tidur di dalam kamar yang sangat begitu megah nya ale mempersilahkan meraa untuk masuk ke dalam kamar dan memberi meraa pengertian kenapa surya kakeknya itu menyurub mereka untuk pulang dengan tiba-tiba. “ aku Cuma mau menjelaskan saja , apapun yang di katakan kakek kamu tidak usah menjawab dan bertindak aneh. Semua aku yang jawab “ perintah ale pada meraa agar ia tidak asal menjawab beberapa pertanyaan surya nanti nya “ siap bos , paham “ jawab faira dengan mengangkat tangan nya memposisikan nya di depan kening nya. Seperti seorang murid yang memberi hormat pada gurunya. Seketika membuat ale tetkekeh karena melihat tingkah meraa yang seoerti anak kecil. “ lagi-lagi kamu bisa membuat ku tertawa “ ucap ale dan nerlalu pergi meninggalkan meraa untyk bersiap diri , agar tidak canggung bertemu denga. Surya setelah kejadian siang tadi yang dimana ale dan meraa meninggalkan surya tanpa berfikir perasaan. Bersambung.... 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN