"Aku sudah bilang, kamu akan tetap jadi milikku, Van." Bisik Juwita yang sedang menikmati dirinya duduk dalam pangkuan Revan sambil melingkarkan tangannya di leher lelaki itu. Setelah menegak anggur ditangannya, Juwita menerobos duduk di pangkuan Revan meski lelaki itu berusaha mendorong tubuhnya. Sialnya lagi, kedatangan Erika justru disaat yang tidak tepat dan melihat semuanya dengan jelas. Otak Revan seperti kaku tidak mampu membela dirinya. Meski tidak bersalah namun melihat kedatangan Erika menatapnya dengan mata berkaca-kaca mampu merutuki hati dan pikirannya yang selalu saja dibodohi. Kenapa bisa dia lupa selicik apa Juwita selama ini sudah berkali-kali menipu dirinya. Sedang Erika masih menatap kesakitan sadar kebohongan Revan kali ini sudah tidak bisa ia tolerir lagi. Ini sudah

