Ketukan sepatu yang dikenakan Maria memenuhi ruangan. Mengalahkan alunan musik klasik yang diputar Rendra. Tanpa banyak tanya wanita paruh baya itu mendekati Rendra. Sembari melipat tangan di d**a, ia menatap layar komputer yang masih menyala. "Apa yang kamu lakukan?" tanya Maria dengan kening yang mengerut. Rendra menghela napas panjang. Ibunya datang mendadak dan membuatnya kaget hingga tak sempat mematikan komputer. Walau sebenarnya tak ada maksud untuk menyembunyikan niatnya, tetapi saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengungkap semuanya. Namun apa bisa dikata, ibunya sudah terlanjur tahu. Mau tidak mau Rendra harus menjelaskan detik itu juga. "Rendra." Maria memanggil dan memberikan tatapan yang menelisik. "Lihat-lihat apartemen, Ma." Rendra menatap ibunya. "Silakan duduk," s

