Sontak Ciara menghentikan tawanya. Tak pernah terbayangkan bila Rendra akan membahasnya secepat itu. Ijab ulang, artinya ia benar-benar menjadi istri, menyerahkan raga dan melayani suami dengan sepenuhnya. Sungguh sanggupkah dirinya? "Ara," panggil Rendra. Ciara terkesiap dan kemudian menunduk. Menghindari tatapan Rendra yang ibarat hujaman anak panah, menyakitkan. Beberapa detik kemudian, Ciara merasakan sentuhan hangat di dagu. Sebuah sentuhan yang lantas menggiringnya mendongak. Ciara masih bergeming dan sekadar tatapannya yang tampak berkilat. Andai saja Rendra mau menyelami, pasti ia sadar bahwa istrinya tak menginginkan rencana itu. Ahh, entahlah. Entah Rendra memang tak bisa menyelam, atau memang enggan menyelam agar hatinya tak terkoyak. "Sayang," panggil Rendra untuk kesekian

