Ciara melangkah cepat menghampiri Rendra, yang kala itu sedang menelungkup di bawah siraman air kran. Ciara membelalak dan dengan cekatan mematikan kran. Lantas mengangkat kepala Rendra yang sudah basah kuyup. "Kak, kok malah basah-basahan sih, Kak? Nanti tambah masuk angin," gerutu Ciara. "Aku cuma niat bersihin," jawab Rendra dengan lirih. "Kondisi Kakak lagi kayak gini, harusnya biarin aja, nanti aku yang bersihin." Ciara menyahut sambil mengambil tisu, kemudian mengelap wajah Rendra yang sangat basah. "Menjijikkan, Sayang." Rendra berusaha tersenyum. "Kak Rendra duduk sini, aku pijitin," kata Ciara. Ia membantu Rendra duduk di kursi plastik yang ada di sana. Lantas mengoleskan minyak kayu putih di area perut dan punggung. Kemudian memijit tengkuk dan bahunya, tak lupa juga mengol

