Bab 13

2019 Kata
Abelano dan Abichandra sudah menemukan penyelesaian mereka berharap esok hari akan lebih baik lagi hasil dari presentasi semoga mereka bisa lebih jeli dalam memberikan penilaian dan pada akhirnya Perusahaan mereka yang bisa memenangkan tender. "Papa rasa ini sudah benar-benar bagus, lebih dari apa yang memang kita rencanakan dari awal rasanya segala hal itu terjadi memang ada baik dan tidaknya, tidak semata-mata segala cobaan itu terjadi karena Tuhan tidak sayang dengan kita" ujar Abichandra. "Iya Pa, kalau nggak ada kebocoran informasi mana mungkin aku bisa lebih mendalami segala hal seperti ini? hasil yang di dapat malahan lebih maksimal dan aku sendiri puas dengan hal ini" ujar Abelano. "Kamu hebat, memang penerus papa yang sangat mampu diandalkan" puji Abichandra. "Makasih pa, semuanya tidak lepas dari bantuan papa" ujar Abelano. Abichandra mengangguk, sudah sangat larut dan dirinya meminta anaknya untuk membereskan laptop serta dokumen penting agar keesokan harinya dirinya bisa langsung berangkat menuju kantor tanpa perlu menata apa yang dia butuhkan kembali. "Langsung istirahat, semoga besok segalanya berjalan lancar" ujar Abichandra. "Aamiin Pa" ucap Abelano. Abelano segera beberes dan langsung menuju kamarnya membawa laptop dan dokumennya, sampai sana dirinya langsung memasukkan laptop dan dokumennya agar besok dirinya tidak perlu ribut untuk pagi harinya. Abelano melihat ponselnya, sudah dini hari seperti ini dia melihat pesan yang dikirimkan oleh Diandra, rasanya memang Diandra pasti sudah tertidur dengan lelap, dia besok harus menjemput Diandra terlebih dahulu dan mengantarkan ke kampus sebelum dirinya berangkat ke kantor, hari ini memang dia tidak banyak jadwal dan yang menyenangkan lagi dosen mata kuliah nya ijin karena memang ada kerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan dan nantinya akan di ganti di lain waktu. "semoga besok segalanya berjalan dengan baik, semoga semuanya tidak ada yang mengganggu lagi karena hal ini adalah sudah merupakan usaha dan perjuangan yang telah aku lakukan" ucap Abelano. Abelano berdoa semoga Tuhan selalu melancarkan segala yang sudah di usahakannya saat ini. *** Diandra pagi-pagi sekali sudah bersiap untuk masuk kuliah, hari ini hanya ada satu mata kuliah dan itu pun satu SKS sedangkan jam nya pukul tujuh pagi, rasanya sangat membabi buta sekali, jika bisa pindah jadwal seharusnya di ganti kemarin atau gimana, tapi dirinya hanya orang biasa mana mungkin bisa merubah jadwal seenak itu harus ada persetujuan dari dosen dan yang lainnya. "Astaga, rasanya lapar sekali" ucap Diandra mengeluh. Diandra sudah bersiap di depan rumah, Tak lama kemudian juga Abelano pun datang dan Diandra langsung masuk kedalam mobil ketika Abelano sudah berhenti tepat di depannya. "Sayang, kenapa?" tanya Abelano melihat Diandra yang tidak bersemangat. "Lapar mas, kayaknya nanti mau sarapan di kantin aja" ujar Diandra. "Maaf ya sayang, nggak bisa nemenin soalnya Mas mau ada rapat penting. Kamu nanti mau ke kantor apa gimana? nggak mau jalan-jalan sama Airin?" tawar Abelano. "Didi sebenarnya pengen ke kantor, tapi kamu kayaknya lama ya mas nanti rapatnya?" tanya Diandra. "Iya sayang, lama kali ini makanya aku lebih tenang kalau kamu sama temen kamu makan atau mau jalan kemana gitu?" ujar Abelano "nanti pakai supir kantor ya, aku nggak mau kalau kamu sendiri" "Iya nanti aku main di kos Airin aja ya Mas, kamu udah tau kos nya kan?" tanya Diandra. "Sudah sayang, nanti Mas jemput kamu nggak usah kemana mana" pesan Abelano tidak bisa di ganggu gugat. "Iya sayang, aku tau kok" jawab Diandra. Abelano merasa bahagia melihat Diandra yang mengenakan cincin tunangan yang dia beli, rasanya dia sangat bahagia dan hal ini juga memberi tahu jika nantinya Diandra sudah ada yang memiliki dan itu dirinya, Abelano selalu memperlihatkan jika Diandra adalah miliknya agar orang lain tidak berani mendekat pada Diandra apalagi kenalan dan mencoba berani menyukai Diandra, memang dirinya egois tapi Abelano melakukan semua hal ini untuk kebaikannya dan Diandra. Abelano tidak semua orang baik dan bisa di percaya, orang yang kita kira baik belum tentu begitu pula, Abelano hanya tidak mau jika Diandra akan salah pergaulan dan membuatnya menjadi orang yang nantinya tidak benar, Abelano sudah diberikan tanggung jawab oleh kedua orang tua Diandra untuk menjaganya dengan baik, karena hal itulah dirinya kini semakin ketat dan posessive dalam menjaga Diandra. Abelano tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang telah kedua orang tua Diandra berikan kepadanya. "Sarapan dulu ya sayang, jangan minum es dulu lebih baik air putih makan gorengan juga di kurangi selama tenggorokan kamu belum membaik" pesan Abelano. "Iya sayang, Didi mau berangkat dulu ya? kasih kabar kalau udah sampai kantor" pesan Diandra dan diangguki oleh Abelano. "Aku berangkat dulu sayang, kasih sun biar semangat" Ujar Abelano. Diandra malu malu langsung mencium pipi Abelano, Dia merasa malu karena ini area kampus walaupun mereka ada di dalam mobil tapi takutnya nanti ada seseorang yang melihat mereka, Diandra hanya tidak ingin menimbulkan gosip yang tidak enak di dengar seperti itu. Rasanya memang tidak pantas apalagi jika sampai terdengar oleh orang tuanya, dia tidak mau dikira telah melakukan hal macam macam bersama dengan Abelano. "udah ih, ya udah aku masuk ya hati hati di jalan mas" ujar Diandra keluar dari mobil dan melambaikan tangannya. Abelano mengangguk dan langsung menekan klakson pertanda dia akan pergi sekarang juga, pagi-pagi melakukan hal manis seperti ini cukup membuat semangat Abelano bertambah dan dirinya kini semakin percaya diri bahwa dia mampu mempresentasikan apa yang sudah dia pelajari sebelumnya, ini semuanya dia yang kerjakan dia pikir dia bisa menguasai nya dengan baik karena memang dia sudah sangat paham dengan materi yang dia usung. *** Diandra bertemu dengan Airin di kantin, Airin sedang makan bersama dengan Gisel, mereka memang sama-sama anak kos dan lokasinya sangat dekat dengan kampus, karena memang harga di sini lumayan murah mereka selalu sarapan di sini sebelum siang nanti maupun malam masak untuk makan mereka. "Pagi" ujar Diandra. "Buset, cerah amat Bun" puji Gisel. "Cerah apaan, lagi laper ini bentar mau mesen dulu" ujar Diandra menaruh tas nya di bangku depan Airin lalu dirinya memesan bubur ayam sesuai dengan apa yang dia inginkan. Setelah mendapat apa yang dia mau kini akhirnya, dia langsung menuju ke bangku sekaligus tak lupa membeli air minum. Diandra sangat ingat dengan pesan Abelano karena dia takut jika ada yang mengintainya dan akan melaporkan nya pada Abelano ketika dirinya bebal. "Laper banget weh" ucap Diandra. "Buruan makannya, cuma ada 15 menit ini" ujar Airin. "Iya selow, Rin nanti aku numpang dulu di kos mu ya? nggak papa kan?" tanya Diandra. "Ya nggak papa lah, nanti jalan aja nggak papa kan Deket" ucap Airin. Diandra mengangguk, kini sudah pasti dirinya aman setelah pelajaran akan pulang bareng Airin sebelum Abelano yang akan menjemputnya sore nanti, sebenarnya tidak tau kapan selesainya tapi dia juga menghargai karena memang Abelano sangat sibuk saat ini, dia hanya bisa berdoa agar proyek yang kini Abelano pimpin berjalan dengan lancar. "Pacar mana pacar?" tanya Gisel. "Dia ada rapat penting makanya ga bisa jemput, lagian juga males kalau diajak ke kantor dia kan rapat" ujar Diandra. "beda Ya, sultan nih bos" ucap Airin. "Bisa aja Rin" ucap Diandra ketawa. Mereka menyelesaikan sarapannya karena memang jam sudah sangat mepet, rasanya hal itu memang sudah biasa bagi mereka apalagi jika masih melihat teman temannya yang masih santai bahkan baru memesan makanan, rasanya mereka ada teman walaupun nantinya akan telat datang di perkuliahan, astaga berdosa sekali mereka padahal sang dosen selalu saja datang tepat waktu padahal di pagi buta seperti ini, rasanya memang sangat luar biasa. "Kalian tau ga gosip terbaru?" tanya Gisel sang ratu gosip. "Apaan nih ketinggalan," ujar Diandra. "kamu mah ketinggalan mulu, mahasiswa kupu kupu" goda Airin. memang Diandra sama sekali tidak mengikuti organisasi apapun itu, dirinya hanya berkuliah dan setelah itu pulang, sama seperti Abelano tetapi bedanya Abelano anaknya sibuk dia juga harus kerja tetapi Diandra setelah pulang kampus dia hanya bisa di rumah dengan melakukan banyak hal agar tidak bosan. Jika kalian tau, Abelano sama sekali tidak ingin Diandra mengerjakan pekerjaan rumah, dia bahkan awal pindah disana meminta pekerja dari rumah untuk membantu Diandra di sana, tapi Diandra menolak dia lebih senang sendiri setidaknya ada yang bisa dia lakukan ketika tidak ada Abelano bersamanya, Diandra kadang bingung apa yang harus dia lakukan ketika Dirinya tidak bersama dengan Abelano karena itulah pekerjaan rumah setidaknya mengalihkan perhatiannya. "Dah dah gas kuy, ke kelas" ujar Diandra. "Ye nanti aja di kos ku ceritanya" ucap Airin. Mereka langsung buru-buru untung saja kampus ini ada lift nya kalau nggak bisa mah bisa telat banget mereka nantinya ke kelas apalagi sampai keringetan parah nantinya, Kadang mereka bertiga memang gak jelas banget kadang ini kadang itu dan memang hal itu membuat mereka senang dan nyaman dalam pertemanan mereka. Sampai sana mereka datang bersamaan dengan dosennya, untung saja mereka sama sekali tidak telat, mata kuliah cuma satu SKS masa mereka telat? bisa saja habis waktunya mungkin ya. *** Abelano kini sudah bersiap, semuanya sudah lengkap dan ada beberapa dari timnya, mereka mungkin merasa deg deg an atau bagaimana karena memang setelah Abelano tau jika ada kebocoran mengenai informasi sejak itu pula Abelano sama sekali tidak komunikasi dengan mereka, setiap mereka bertanya Abelano selalu mengabaikan sebelum Abelano tau siapa dalangnya maka Abelano sama sekali tidak akan mempercayai salah satu dari mereka. Abelano tau mungkin mereka merasa bersalah ataupun bingung tapi ini merupakan segalanya yang terbaik dari apa yang sudah dia dan papanya tetapkan, Abichandra juga sudah memberikan informasi tentang apa yang diketahuinya tapi mereka masih mengumpulkan bukti yang akurat agar bisa segera memberantas siapa yang menjadi dalang dari segala permasalahan yang terjadi. kini Abelano memulai rapat, mereka mendengar kan segala penjelasan yang di katakan oleh Abelano dengan tenang, mereka mungkin sangat takjub karena dalam waktu seperti ini pun Abelano mampu memberikan peforma yang terbaik pasca dirinya merasa gagal karena masalah itu, tapi kini semuanya jadi tau siapa yang mereka hadapi saat ini, setelah hal ini terjadi maka mereka tidak akan ambil diam dan akan segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam perusahaan, mereka yang merasa bersalah akan terus merasa ketakutan sampai tiba saatnya mereka di panggil atasan dan di pecat secara tidak hormat. pimpinan perusahaan dari luar pun sangat terpukau dengan penjelasan sederhana yang diberikan oleh Abelano, awalnya memang Abelano kira rapat akan berlangsung lama karena mereka akan banyak bertanya tapi kini setelah dirinya selesai dalam memberikan penjelasan mereka malahan mengatakan jika setuju bekerja sama dengan perusahaan Abelano, awalnya memang perusahaan awal menjelaskan dengan baik, tapi mereka tidak bisa se Lues dan sedetail ini dalam menjelaskan proyeknya, jika di lihat juga lebih banyak pembaruan di sini dan mereka sangat tertarik akhirnya setuju untuk kerjasama dengan perusahaan ini. "Saya sangat setuju, apalagi kamu menjelaskan segalanya dengan rinci seperti ini, bekerja sama dengan perusahaan kalian pasti akan lebih menguntungkan kedepannya" ujar mereka. Abelano bisa bernapas lega, sedangkan Abichandra sangat bahagia dia bahkan memuji anaknya dalam hati, Abelano memang sangat bisa diandalkan dalam hal seperti ini, dia merupakan anugrah Tuhan terindah yang memang diperuntukkan menjadi penerus bisnis Abichandra kedepannya. setelah selesai meeting mereka memutuskan untuk makan siang bersama, Abichandra bahkan sudah memesan tempat yang bagus untuk klien penting ini semua ini merupakan wujud syukur karena memang tanpa menunggu lama bahkan mereka sudah mendapatkan jawaban jika akhirnya apa yang anaknya ajukan bisa diterima dengan baik, mereka bahkan tidak mikir panjang lebar hingga akhirnya langsung memutuskan pilihannya ini. "Terima kasih, semoga hal ini menjadi kerjasama yang menguntungkan bagi perusahaan kita berdua" ujar Abichandra. "Ya, anakmu sangat luar biasa" ucap klien tersebut menuju Abelano. Abichandra tidak ingin membanggakan anaknya di depan umum, dirinya hanya tersenyum manis itupun sudah memberikan tanda bahwa dirinya pula sangat bahagia pada akhirnya bisa menyelesaikan proyek ini dengan lancar. Hal-hal baik ini tidak lepas dari bantuan Tuhan dan orang sekitar yang selalu mendukung Abelano terlebih keluarga dan calon istrinya itu, Abelano selalu saja melakukan hal-hal luar biasa dalam situasi seperti itu semoga memang hal ini tidak akan berubah dan dirinya tetap akan menjadi anak yang sangat luar biasa bagi orang tua dan calon istrinya. "kenapa kamu sampai mempunyai ide seperti itu? wow banget" ujar klien tersebut masih tercengang. "Kalau boleh cerita itu semua berawal dari kebocoran informasi seharusnya kita bisa membawa itu ke rapat ini tapi ternyata entah gimana caranya perusahaan yang sebelumnya sudah mempublikasikan apa yang mereka ingin lakukan sama persis dengan apa yang akan kita presentasikan" jelas Abelano. Klien itu tersadar memang benar apa yang Abelano katakan, ada hal yang tidak beres Mengenai perusahaan sebelumnya. bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN