Bab 14

2002 Kata
Pulang dari kampus pukul setengah sembilan pagi karena memang mereka berhenti di gazebo taman karena mereka pikir terlalu pagi untuk kembali ke kos, Airin Juga bosan terlalu banyak di kos seperti itu, rasanya dia ingin jalan jalan tapi ya bagaimana lagi? akhir bulan seperti ini uangnya sudah menipis bisa makan saja sudah untung-untungan. "mau jalan nggak nanti?" tawar Diandra. "No, baby udah akhir bulan kantong kosong ini" ucap Gisel. "Aku masih ada, kayaknya emang gara-gara jarang jajan dan banyakan masak kali ya" ucap Diandra. selama ini masalah uang dia sama sekali tidak cerita kepada kedua orang temannya itu, lebih baik memang menjadi rahasia antara Diandra dan Abelano, mana mungkin Diandra cerita seperti itu? dirinya bakalan dikira cewe matre jika mengatakan dia diberikan jatah tiap bulan oleh Abelano. Diandra juga menolak tapi Abelano memaksa dirinya jadi tidak bisa berbuat apa-apa, lagi pula pengeluaran Diandra juga tidak banyak hanya untuk makan, sementara di kos dia sudah tidak kos. Sebenarnya dirinya tidak enak dengan kedua orang tuanya masalah ini dia memutuskan untuk mengatakan sejujurnya jika dirinya sudah pindah di rumah yang Abelano belikan sejak mereka tunangan, lebih baik dia mengatakan hal itu saja karena jujur saja masih ada rasa takut di dalam hatinya jika dia bersama Abelano tiap hari. "Boleh deh aku traktir yuk, kita juga jarang main" ucap Diandra. "Wah enak tuh, langsung aja mau otw? naik bis aja kali ya? kayaknya lewat mall itu deh" ucap Gisel. "Boleh, buka jam 10 tapi emangnya ga kelamaan nunggu?" tanya Diandra. "Ya wis di kos ku sek, nanti kalau udah jam 10 kita otw ke mall" ajak Airin girang. Jarang-jarang akhir bulan seperti ini akan ada perbaikan gizi seperti ini, rasanya memang sangat mantap sekali. Disini antara Diandra bingung dan tidak tetapi memang dirinya kini bingung apakah Abelano akan marah jika dia naik bus tapi disini ada banyak temannya dia pikir masih aman selama dia tidak berkendara sendiri. Sampai saat ini juga Abelano belum memberikan dirinya kabar dan Diandra pikir nantinya Abelano juga rapatnya membutuhkan waktu yang lama. "Emang bener ga di amuk?" tanya Airin yang takut jika nantinya Diandra di marahi oleh kekasihnya. "Sebenarnya tadi dia nawarin mau jalan sama kalian atau nggak, tapi katanya ya di minta kabarin mau diantar sopir kantor" jelas Diandra. "Ya udah kabarin dulu aja, kalau diminta pakai sopir ya udah malah enak say" ucap Gisel. Bener kata Gisel, malahan lebih enak begitu dari pada akhirnya nanti dia dimarahi oleh Abelano karena dia melanggar maka hal itu akan semakin mempersulit dirinya kedepan. Diandra mengangguk dan langsung menelpon Abelano, ketika telpon diangkat bukan Abelano yang berbicara melainkan sekretaris Abichandra yang kini membawa ponsel Abelano. "Halo ada yang bisa saya bantu?" tanya sekretaris tersebut. "Mas Abelano kemana? boleh saya bicara?" tanya Diandra. "Pak Abelano sedang rapat Bu, jika ada yang di butuhkan langsung dikatakan saja karena pak Abelano berpesan untuk mengikuti apa yang ibu butuhkan" ucap sekretaris itu. "Pukul setengah sembilan saya ingin ke mall sama Airin dan Gisel, nanti tolong di jemput ya pak?" pinta Diandra. "Baik Bu, nanti akan saya atur dan saya beritahu kepada pak Abelano" jawab Sekretaris. "Makasih Pak" ucap Diandra sebelum mematikan ponselnya. seperti apa yang Diandra pikirkan jam segini Abelano bahkan belum selesai rapat, yang terpenting dia sudah mengikuti segala yang diperintahkan oleh Abelano. "udah?" tanya Airin. "Udah, nanti jam setengah sepuluh aja ke depan kampus biar di jemput" jelas Diandra. "Lah nggak jadi ke kos ku nih?" tanya Airin. "Hilih sebentar lagi jam setengah sepuluh, balik ke kampus aja lebih baik" ucap Gisel. Padahal kini mereka sudah setengah perjalanan menuju kos Airin dari pada nantinya bolak balik maka mereka memutuskan untuk kembali ke kampus dan menunggu sampai jam setengah sepuluh, malahan lebih enak lagian disini juga sangat rindang tidak panas sedikit pun. "Aduaduauh kenapa kita bolak balik kayak ga ada kerjaan" ujar Airin. "emang kita nggak ada kerjaan sih" ucap Diandra polos. Gisel tertawa memang benar apa yang dikatakan oleh Diandra, jika mereka ada kerjaan pasti tidak seperti ini bisa-bisa nya dirinya malahan bolak balik macam seperti ini membuat mereka semacam orang yang Gabut. "Udah makin macem orang gila aja ketawa sepanjang jalan seperti ini" ujar Airin. Diandra selalu saja tertawa dirinya sangat senang memiliki teman seperti mereka, rasanya seperti ketika dulu dia bersama dengan teman satu SMA yang sudah tidak dia temui lagi, mereka sekolah di Jogja dan Diandra di Jakarta membuat mereka tidak bisa bertemu selain hanya sesekali bertukar kabar lewat pesan. Diandra tipe orang yang tidak memiliki banyak teman, dia hanya memiliki teman beberapa dan itu yang Dekat dengannya, dia memang akrab dengan yang lain tapi tidak bisa sedekat ini jika dengan mereka, Diandra memiliki batasannya sendiri karena bukannya dia memilih teman tapi dia hanya memberikan batasan antara dia yang harus tetap menjaga diri agar tidak terjerumus pergaulan bebas di sini, tidak semua orang bisa dipercaya karena hal itulah dirinya kini bisa bersyukur bertemu Abelano dan dua teman yang dia percaya. Mereka mengobrol di gazebo dan pada akhirnya Gisel melanjutkan apa yang ingin dia ceritakan, Gisel yang mendengar berbagai rumor pun mulai bercerita, benar-benar Diandra yang ketinggalan berita Sampai hal penting seperti itu saja belum dia ketahui, segalanya membuat Diandra tau jika banyak hal yang terjadi di kampus dan dia selama ini hanya fokus dengan hidupnya, Ah rasanya terlihat membosankan hidup Diandra tapi tidak seperti yang Diandra rasakan. setelah banyak bercerita kini tak menyangka sudah pukul setengah sembilan, mereka menunggu di gerbang kampus, ada bapak-bapak yang menghampiri Diandra dah mengatakan dia adalah sopir perusahaan yang dikirimkan oleh Abelano untuknya. Diandra dan teman-teman nya langsung mengikuti bapak itu karena memang seragam yang dipakai bapak itu sama dengan seragam perusahaan milik keluarga Abelano. Diandra sudah sering kali di berikan peringatan agar lebih hati-hati ketika seperti ini, sadar atau tidak banyak yang mengincar apa yang menjadi kelemahan keluarga Abelano. "Makasih pak, nanti mau di tunggu atau gimana?" tanya Diandra. "Nanti saya tunggu aja non, sesuai dengan perintah Pak Abelano" jawab sopir Tersebut. Diandra mengangguk, segalanya sudah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh kekasihnya dan kini waktunya untuk makan-makan bersama dengan teman-teman nya. "Oh ya Non, ini titipan dari pak Abelano katanya sandi seperti biasanya" ucap Sopir tersebut memberikan tas kecil yang mirip seperti dompet kartu dan Diandra tau ini kartu ATM milik kekasihnya. Astaga bahkan Diandra masih punya uang yang diberikan oleh Abelano tapi masih saja kekasihnya itu melakukan hal ini, Diandra hanya tidak enak jika sampai dirinya dikira matre oleh kedua temannya. "Makasih pak" ucap Diandra. setelah obrolan itu semuanya langsung terdiam, sama sekali tidak ada yang berbicara karena memang baik Airin dan Gisel sungkan apalagi Diandra diam dan memandangi apa yang diberikan oleh Abelano itu, Diandra masih punya uang tetapi sejak kemarin Abelano meminta dirinya belanja tapi Diandra selalu saja menolaknya karena dia masih cukup, baju pun masih banyak yang baru dan bagus semuanya itu juga pemberian dari Abelano. "Kenapa diam Weh" tanya Diandra. "Kamu diam masa aku cerewet" ucap Gisel. Diandra ketawa, teman-temannya memang benar-benar membangkitkan mood nya, kini dirinya semakin bahagia semoga teman-teman nya ini tidak merasa kecewa memiliki teman seperti dirinya. Ketika Diandra dan teman-teman sedang menghabiskan waktunya di mall kini Abelano sudah selesai rapat dan sedang makan siang bersama merayakan kemenangan mereka. *** Abelano senang mendapat pujian tapi hal itu pula tidak membuatnya merasa sombong, semakin diatas akan banyak cobaannya dan kini sebaiknya Abelano semakin rendah hati karena keberhasilan nya. "ponselku mana?" tanya Abelano pada sekretarisnya ketika dirinya sudah selesai makan. "Ini tuan" ucap sekretaris itu. sampai saat ini Abelano belum menemukan sekretaris lagi pula dirinya juga tidak begitu membutuhkan sekretaris untuk saat ini, dia masih bisa mengendalikan semuanya sendiri hanya ketika ada rapat penting seperti ini dirinya hanya meminta tolong sekretaris papanya untuk membantunya seperti tadi. "Tadi Diandra nelpon butuh apa? udah di penuhi semuanya?" tanya Abelano berbisik karena tidak ingin mengganggu klien yang sedang menikmati santapannya. "Mba Diandra sedang di mall bersama Airin dan Gisel, tadi saya sudah meminta sopir perusahaan untuk mengantarkan nya" ujar Sekretaris itu. "Oh ya udah makasih ya" ujar Abelano lalu kembali fokus dengan jamuannya. Abelano mengirimkan pesan pada Diandra bahwa dirinya sudah selesai rapat dan kini sedang makan siang, Abelano tidak sabar untuk menjemput diandra karena dia merasa sangat bahagia bersamanya. "Dengar-dengar Abelano akan menikah?" tanya klien tersebut. "Tiga bulan lagi Abelano akan menikah, nanti aku kirim undangan jangan lupa datang ya" ujar Abichandra bahagia. Klien tersebut tersenyum senang, Abelano memang orang yang sangat berbakat dan bertanggung jawab siapapun yang menjadi pasangan nya akan semakin bahagia jika bersama dengan Abelano. "Selamat ya nak, om turut bahagia" ucap Klien tersebut yang bernama Yusuf. "Makasih om Yusuf" ujar Abelano. Mereka kembali melanjutkan makan sebelum pada akhirnya berpisah untuk kembali ke perusahaan masing masing, setelah ini Abelano ijin kepada papanya untuk menjemput Diandra karena dia ingin segera bertemu dan memeluk tunangannya itu. "Pa, Aku ke Diandra dulu ya?" ujar Abelano pamit kepada papanya. "Iya hati-hati" pesan Abichandra sebelum masuk kedalam mobilnya. Abelano memang pekerja yang terlihat bebas bahkan sama sekali tidak di wajibkan masuk kedalam perusahaan yang terpenting semuanya bisa dikerjakan oleh dirinya dengan baik, seperti proyek yang bernilai sangat fantastis ini bisa di dapatkan olehnya dan pasti akan membuat perusahaan musuh kalang kabut karena mereka kalah dalam persaingan lagi. Abelano yakin apapun yang di dasari dengan hal yang tidak baik maka semuanya akan berakhir seperti itu, mereka yang tidak memiliki kemampuan bahkan melakukan berbagai cara untuk menang dan melakukan hal curang. Tuhan tidak pernah tidur buktinya siapa yang berjuang maka dirinya lah yang bakalan Mendapatkan kemenangan. *** Diandra dan teman-teman kini makan di Korean BBQ rasanya sangat mantap, bahkan Airin dan Gisel sangat bahagia karena makan disini sangat mahal mereka tidak akan mampu dan sekalinya mampu juga akan sayang uang karena bisa digunakan dalam beberapa Minggu untuk makan. "Makasih ya calon istrinya sultan" ujar Airin. "Ya ampun, kok gitu sih jangan gitu ih" ucap Diandra. "Hahaha makasih banyak ya" ujar Gisel. "Iya sama-sama nanti aku sampaikan ke Ano" ucap Diandra. Mereka senang, setelah ini mereka hanya akan melihat lihat siapa tau ada promo lagi pula Diandra juga sangat jarang belanja dan hal itu membuat Abelano uring-uringan sendiri karena tunangannya yang malas belanja. Abelano kerja dan semuanya juga untuk Diandra, untuk masa depan Abichandra juga sudah menyiapkan segalanya untuk Abelano tetapi walaupun begitu mereka tetap bekerja keras dalam menuju masa depan yang lebih indah kedepannya. "Lagi ada promo loh, bagus tapi sayang uang nipis Weh" ucap Gisel. "Lihat-lihat dulu aja siapa tau ada yang cocok" ucap Diandra. "boleh sih, nanti kalau ga punya uang minjem Didi" ujar Airin. "Haha boleh, santai aja" ucap Diandra. Dia juga masih punya uang dan pastinya mampu untuk dia gunakan untuk belanja, untuk hal ini dirinya tidak akan menggunakan ATM milik abelano tapi atm miliknya sendiri tapi nanti kedepannya apakah Abelano yang akan marah kepadanya, dari kemarin abelano meminta dirinya belanja tapi dia kini sama sekali belum melakukannya. "Eh, kan ada kunjungan kan kelas kita kalau bisa beli kembaran yuk? ya kan warnanya dresscode putih mumpung aku belum beli" ucap Diandra. "kuy lah mumpung ada waktu" ujar Airin. Diandra senang akhirnya setidaknya dia bisa jalan-jalan dan belanja seperti ini, memang dia terkadang membutuhkan waktu bersama dengan teman-teman nya itu. Diandra mendapatkan pesan dari Abelano dia bersyukur juga akhirnya sudah selesai dan berhasil mendapatkan proyek tersebut. "kenapa Beb?" tanya Airin. "Ini mas Ano menang tender" jelas Diandra. "Syukurlah" ucap Airin. mereka turut bahagia dengan apa yang dikatakan oleh Diandra, Abelano memang luar biasa karena memang hal itu sudah semestinya karena Abelano sudah terbiasa dalam menghadapi klien. "ini tapi kamu nggak di marahin Abelano kan ya? jalan sama kita?" tanya Gisel. "Nggak kok santai aja" ujar Diandra. "Wah, mantap sekali ya kan luar biasa" ucap Gisel. "Soalnya mungkin Mas Ano itu merasa bersalah katanya kan mau rapat lama eh tapi ini udah selesai katanya" jawab Diandra. "iya memang sosweet ya kan, semoga saja aku juga mendapat jodoh seperti itu" ucap Airin. Diandra mengamini semoga teman-teman nya juga mendapat pasangan yang baik, yang sangat perhatian dan mampu membahagiakan mereka. Temannya sangat baik semoga hal baik juga bisa mereka dapatkan sesuai dengan apa yang mereka inginkan, semoga Tuhan mengabulkan segalanya yang mereka inginkan. bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN