AIR mata yang menggenang pada pelupuk mata Evelyn, membuatnya sedikit kesulitan untuk melihat dengan jelas. Dan hanya butuh satu kedipan untuk membuat kristal bening itu jatuh, membasahi kedua sisi pipinya. Semuanya ... terasa menyakitkan. Bahkan perkataannya mengenai perceraian membuat Evelyn sakit hati, meskipun hal itu keluar dari mulutnya sendiri. Ia berhenti seketika ketika tangannya di cekal oleh seseorang. Dan tanpa menoleh, Evelyn bisa mengenali tangan hangat itu. Tangan yang saat ini tengah menahannya agar tak pergi. "Evelyn," panggil Louis dengan lirih. Namun suara Louis sama sekali tak mengurangi rasa sakitnya. Ia tak tahu lagi cara lain untuk menghetikan semua rasa sakit ini kecuali berpisah. "Aku mohon ... tarik ucapanmu tentang perceraian tadi," sambung Louis lagi. Le

