LOUIS menatap kosong ke arah depan sambil terus-menerus melamun. Ya, ia kacau. Ia kosong tanpa Evelyn. Ia butuh wanita itu untuk berada disisinya, mendukungnya, memeluknya dan, ah tidak ... Louis tak butuh semua itu lagi, yang ia butuhkan adalah Evelyn berada disini, dengannya. Ia masih tak percaya dengan semua yang terjadi padanya kemarin. Semua itu seakan mimpi buruk. Dan Louis, ingin segera bangun dari mimpi itu. Hubungannya dengan Evelyn memang sedang dalam masa kritis sekarang. Tapi, Louis sama sekali tak pernah memikirkan perpisahan. Seberapa sakitnya hatinya pun, ia sama sekali tak pernah memikirkan perpisahan. Ia mencoba untuk bertahan dalam keadaan ini, tapi Evelyn menyerah padanya. Evelyn menyerah tanpa mau mendengar penjelasannya. Evelyn ... sama sekali tak percaya kalau Loui

