Tatapan itu kembali pada pria yang sedang mengecup anggur dari botol. “Ya itu namanya masih berharap! Kenapa nggak minta maaf langsung aja, sih? Astagaaaa,” pekik Vania pada Luke. “Mmm, nope! Aku masih marah sama dia.” Vania berdecak keras. “Marah tapi masih sayang!” “Ya ya ya? Kamu aku pindah kerja di Bali aja. Please?” Luke meminta Vania agar memata-matai Gisel dengan kesehariannya. Baginya akan lebih tenang apabila tidak mendapat pesan langsung dari Gisel. Namun tetap bisa mengerti kabarnya dan kebiasaannya. Seminggu berlalu saat percakapan tersebut. Vania, Alison, Luke dan Rose sudah berada di bandara. “Van? Jaga Gisel. Kabari saja kalau ada apa-apa, ya?” pesan Luke sambil menepuk pundak wanita itu. Yang dipercaya Gisel sebagai temannya saat masih di Australia k

