30 - Sibuk di London

1024 Kata

“It’s a beautiful place. I wish you were here with me and I would love to show you the nice places we could see.” — Luke Anderson.   ***   Setelah mempersiapkan presentasi untuk besok di sebuah kafe yang ia kunjungi, Luke berdiri sejenak di depan hotel yang ia tinggali. Petang ini sungguh indah ditemani oleh lampu-lampu hangat yang terpampang sepanjang gedung depan hotel ini. Ditambah dengan ada bilik telepon berwarna merah tepat 5 meter di depan hotel.  Menambah kesan klasik estetik di jalan berpaving ini. Luke sangat menyukai bangunan-bangunan klasik seperti ini.   “Jim, kau duluan saja? Aku masih ingin di luar,” cetus Luke.   “Okay, Sir.”   “Sudah kubilang berapa kali. Tidak perlu memanggilku begitu.”   “Ta-tapi itu sudah aturannya,” jelas Jimmy karena mengikuti aturan di ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN