“Hai, Regan,” sapa seorang gadis. “Hai, Ganteng.” Teriakan demi teriakan terdengar, siapa lagi jika bukan gadis- gadis cantik yang suka sekali mencari perhatian dari Regan. “Aquila,” panggil Regan cepat, ketika matanya menangkap gadis itu cepat-cepat meninggalkan parkiran. Semua orang yang ada di sana menoleh pada seorang gadis dengan dandanan cupu. Mereka tak habis pikir dengan Regan yang memilih si cupu dibanding gadis berkelas. Bahkan Regan yang berjalan mendekati Aquila, sedangkan gadis itu hanya diam. “Kok, Regan mau, ya, sama si cupu?” “Pasti dia pakai pelet.” “Ih! Si cupu nggak tau diri!” “Dasar penggoda.” Mendengar perkataan yang tidak enak didengar, membuat Aquila semakin menunduk. Jika ia dekat dengan cowok paling populer di sekolah, perundungan itu pasti semakin menjadi.

