Renatha yang memperhatikan Aquila diam, berusaha untuk terus mencari topik pembicaraan. Regan benar-benar ingin ia omeli karena terus menggoda Shereena, padahal gadis itu terus menjauh karena tidak mau membuat Aquila sedih, tapi Regan tetap tidak peduli. “Ih! Mama! Kak Regan, nih! Ganggu Shereena terus!” adunya pada Ayana. “Bunda, Aquila harus pulang, Kakak udah kirim pesan soalnya,” pamit Aquila pelan. “Lho, kok, udah mau pulang? Gara-gara Regan pasti, ya,” ujar Renatha dengan melirik putra sulungnya tajam. “Nggak, kok. Ini Kakak aku bilang udah selesai meeting dan mau jemput,” kata Aquila, menunjukkan ponselnya pada Renatha. Renatha tersenyum melihat isi pesan yang di ponsel Aquila, kata-kata kakaknya begitu manis dan lembut. Gadis di depannya benar-benar dijaga, itu artinya Renatha

