“YAH!” Suara teriakan dari seseorang membuat Bara terkejut. Ia segera berlari menuju ruang tamu, di sana sudah ada putranya yang menatapnya datar. Entah kenapa, perasaannya jadi tidak enak dengan tatapan Regan. Saat di depan Regan, Bara kembali terkejut karena tangannya yang diperban di lihat oleh putranya. “Kita ke rumah sakit sekarang,” kata Regan dingin. “Ayah nggak apa. Ini luka kecil, kamu tenang aja,” tolak Bara. “Kita ke rumah sakit sekarang, atau Ayah nggak akan pernah ketemu aku lagi,” ancam Regan tajam, matanya menyiratkan kemarahan dengan aura dingin yang terpancar. Akhirnya Bara menurut, ia tak mau membuat Regan marah bahkan tidak mau menemuinya lagi. Apalagi dari ketiga putranya hanya Regan yang mau berkunjung ke rumahnya. Dalam perjalanan, tidak ada pembicaraan sama sekal

