“BUN, biar Abang aja yang lanjutin masaknya, mending Bunda siap-siap dulu,” kata Regan mengambil alih. “Ya, udah. Tolong, ya, Sayang. Bunda siap-siap dulu,” ujar Renatha lembut. Regan dengan lihai memasak untuk sarapan pagi ini, sarapan kali ini cukup sederhana karena tadi Renatha kesiangan memasak. Alhasil, tidak jadi memasak makanan kesukaan Rain yang semalam sudah request. Beberapa menit setelah kepergian Renatha, Regan sudah selesai dengan sayur sop dan segera menggoreng ikan gurame juga paha ayam. Sambil menunggu ikan di penggorengan masak, ia membuat s**u untuk ibu dan adiknya, Rain. “Weh! Masak lo, Bang?” celetuk Revan yang baru datang. “Lo lihat gue lagi masak apa gali kubur? Pakai nanya,” cerca Regan. “Santai aja kali, Bang. Kan, cuma nanya. Lo sensitif amat kayak cewek PMS,”

