20

1383 Kata

Ia melihat keluarganya yang masih syok dengan pennggakuan dan keadaan Renatha sekarang ini. Dulu waktu Renatha masih berada di tengah-tengah mereka, wanita itu selalu ceria setiap saat. Bahkan jarang sekali Renatha merasa sedih apalagi. menangis, melihat Renatha menangis seperti sangat histeris bahkan sampai pingsan adalah hal pertama yang mereka saksikan. Ayah dan ibu Renatha masih belum memikirkan apa yang Renatha katakan, karena mereka terlalu syok melihat putri tunggalnya pingsan. Melihat Ronal berjalan ke arah ruang tamu dengan tersenyum membuat kekhawatiran sedikit berkurang. “Renatha sakit apa? Kamu tau?” tanya Karina pelan. “Mungkin dia kelelahan karena selama ini mengurus tiga pangerannya seorang diri, Tan.” Jawaban Ronal begitu ambigu membuat anggota keluarga bertanya-tanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN