Pagi-pagi sekali Bara mendengar suara seseorang tengah memuntahkan isi perutnya,. Ia baru ingat jika sang istri semalam pulang ke rumah.Perlahan Bara mendekati sang istri, membantu dengan memijat tengkuknya. “Kamu sakit?” tanya Bara setelah Nabila selesai. “Nggak ini udah biasa untuk wanita hamil,” jawab Nabila santai, lalu keluar dari kamar mandi. Mendengar jawaban istrinya, Bara merasa aneh, tapi akhirnya tersenyum bahagia. Karena setelah sekian lama Nabila mengatakan jika dirinya hamil. Bara cepat-cepat menghampiri Nabila dan memeluknya dari belakang saking bahagianya. Tak ada balasan, wanita itu hanya diam tak mau bergerak membiarkan Bara terus memeluknya dan menciumnya beberapa kali. Sudah lama sekali ia tak mendapat perlakuan seperti ini dari sang suami, semenjak ibu mertuanya yan

