BARA terus menangis sendirian di kamar hingga larut malam, ia melewatkan makan siang dan malamnya. Penyesalan yang amat besar ia rasakan karena perbuatannya di masa lalu. Renatha pergi membawa janinnya karena ingin menyelamatkan anaknya, kemudian Nabila juga pergi karena tidak bisa bertahan atas sikapnya. “Kenapa aku harus sebodoh ini, Tuhan? Mereka pergi dari hidupku. Semua ini karena kebodohanku sendiri, karma ini memang pantas untuk pengecut sepertiku. Aku benci pada diriku sendiri yang tidak bertanggung jawab.” Bara terus berbicara sendiri dengan memegang testpack milik Renatha, satu-satunya benda yang ia miliki tentang rencana dan anak-anaknya. Dulu ia sempat mencari Renatha, tapi hanya sebentar, karena berpikir jika Renatha tidak akan mempertahankan anaknya sendirian. Hingga akhirn

