“Lho, udah akrab aja, Bun?” tanya Revan. “Iya, sebenarnya Bunda sama Om Bara ini teman satu sekolah. Bahkan kita dulu sahabat deket banget, ya, nggak, Bar?” Bara menatap bingung wanita itu, yang kini memperkenalkan dirinya sebagai sahabatnya dulu. Dalam hati Bara ada rasa senang juga bingung dengan perubahan sikap Renatha yang sangat berbeda dengan waktu mereka bertemu. Wanita itu juga terlihat memamerkan senyum manisnya seperti dulu lagi. “Wah! Bagus, deh, kalau Bunda sama Om Bara akrab, rencanannya Rain mau jodohin kalian, siapa tau aja cocok. Eh, malah udah dekat, jadi nggak susah pendekatannya,” celetuk Rain. Revan segera mengalihkan pembicaraan, agar perkataan Rain tidak berlanjut. Anak itu bisa-bisa menghancurkan mood sang ibu, meskipun hanya sebagai candaan saja. “Tapi, kok, wa

