27

1247 Kata

“Iya, nggak apa,” jawab Bara sesantai mungkin, ia sebenarnya terkejut dengan Rain yang tiba-tiba memukul dirinya dengan keras. “Tapi, nggak ke Om Bara juga, lo bikin malu aja,” dengkus Revan, ia jadi kesal dengan adiknya. “Tapi, dia pantas dapat pukulan itu, malah itu nggak seberapa sama yang udah dia lakuin sama Bunda kita. Dia itu b******n nggak pantes kita horma--” “Rain!” teriak Revan penuh amarah, perkataan Rain benar- benar keterlaluan dan dia tidak mau ibunya malu karena sikap Rain yang kurang ajar pada Bara. Renatha yang melihat itu hendak mendekati Rain, tapi ditahan oleh Ronal. Laki-laki di sampingnya ini terlihat begitu santai. Sepertinya Ronal tau jika semua ini akan terjadi, Renatha menatap kakaknya meminta penjelasan, tapi Ronal tetap diam dan melihat bagaimana Rain menge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN