Renatha menghentikan perkataannya sebentar untuk melirik beberapa orang yang mulai berkumpul, ia sangat merasa bersalah pada Sekar, tapi ia juga tidak rela karena anak-anaknya selalu dihina karena perbuatan Sekar. “Kamu berteriak seakan-akan akulah jalang, padahal itu dirimu sendi—” “Jangan membalikkan kenyataan, Jalang,” sela Sekar dengan marah. “Hei, aku bicara sangat santai, dan lembut kenapa kamu terus teriak. Kamu itu nggak lebih suci dari saya. Sekar wanita dengan seribu wajah yang selalu merusak kebahagiaan orang lain. Kalau aja kamu nggak jahat sama anak-anakku dan membuat orang- orang benci mereka, aku akan membantu kamu menemukan ayah anakmu dengan menggunakan nama Malik, tapi saat aku tau, ternyata kamu sering tidur dengan banyak laki-laki di bar ataupun beberapa petinggi per

