31

1501 Kata

Bara melihat kepergian Regan dan Aquila dari balik jendela, meskipun sikap dingin Regan menyakiti hatinya, tapi ia sangat bahagia putranya masih mau menemuinya bahkan membantu dirinya. Hatinya sangat berbunga karena bisa melihat kembali putranya dari dekat. “Terima kasih, Nak. Kamu memang baik sama persis dengan bundamu. Kalian sama-sama memiliki hati yang baik,” gumam Bara pelan. Sepulang dari rumah Aquila, Regan kembali datang ke rumah Bara. Setelah mendapat beberapa nasehat dan penenang hati dari sang pacar tentunya. Saat sampai di kediaman Bara yang cukup dekat dengan rumah, Regan sengaja langsung masuk karena pintu tidak ditutup dengan rapat. Ketika masuk semakin dalam ke rumah yang cukup luas itu, Regan akhirnya mendengar suara. Ia mengikuti suara itu, ternyata dari arah dapur. Bar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN