“RENATHA!” Bara berlari menghampiri Renatha yang terjatuh setelah tubuhnya di senggol sebuah mobil. Renatha meringis, kepalanya yang terbentur ke aspal terasa pusing, kakinya juga mati rasa tak bisa digerakkan karena terjatuh dengan keras. Seseorang yang ada di mobil juga keluar untuk melihat keadaan Renatha. “Renatha! Astaga! Kepala kamu berdarah!” Bara mengangkat tubuh Renatha dengan cepat. “Pak! Bantu saya bawa dia ke rumah sakit!” pinta Bara pada orang yang tidak sengaja menyerempet Renatha. Orang itu segera membukakan pintu untuk Bara, mereka pergi ke rumah sakit dengan cepat. “Pak, maafkan saya, saya tidak sengaja. Tadi saya terburu-buru karena majikan saya menelpon,” ujar laki-laki paruh baya itu. Sekarang Bara tengah menunggu Renatha di luar bersama sopir yang tadi menyerempe

