24

1440 Kata

“Jadi, dia itu korban bullying, Bun, dan Bang Regan mau jagain dia biar nggak dirundung lagi sama anak-anak. Bahkan Bang Regan juga selalu berusaha buat ada di deket dia, supaya nggak ada satu pun yang punya cela buat apa-apain itu si Aqua,” sahut Revan cepat, ia cukup geram karena Regan tak kunjung menjelaskan. “Aquila, bukan Aqua,” desis Regan dengan menatap tajam adiknya. “Cie ... yang udah punya pacar, nggak terima kalau pacarnya digituin,” goda Renatha sambil menoel pipi kanan putranya. “Ih! Apa, sih, Bun. Tadi dingin banget kayak es, sekarang malah ngejek Abang,” dumel Regan. “Ya. Bunda, tuh, cuma kesal aja gitu sama kamu, kenapa punya pacar nggak bilang-bilang? Nggak dikenalin sama Bunda. Maksud kamu apa kayak gitu, hah? Nggak nganggap Bunda?” tanya Renatha. “Ya, kan, Abang tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN