Lingga mengetuk pintu bercat biru yang sedikit mengelupas itu dengan penuh emosi. Pikirannya berkecamuk. Yang ia perlukan hanyalah seseorang membukakan pintu tersebut untuknya, tak peduli siapapun itu. "Assalamualaikum, Za!" Lingga berteriak seraya masih mengetuk pintu tersebut kuat. "Pak! Cari siapa?" Lingga menghentikan aksi mengetuknya dan berbalik mencari sumber suara. Di dapatinya seorang ibu-ibu berdaster kuning yang melihatnya dengan kebingungan. "Maaf mengganggu, Bu. Saya cari yang punya rumah ini" Merasa tak enak, Lingga buru-buru minta maaf karena aksi noraknya ini. "Oh, iya saya bingung kenapa kayak seru banget tetangga depan ini" Ibu itu tersenyum kecil. "Cari Oza ya?" Lingga mengangguk cepat ketika ibu tersebut bertanya. "Dia 'kan kerja jam segini. Tapi bentar lagi pulan

