Satu bulan berlalu pasca Oza resign dari salah satu pekerjaannya. Kehidupan gadis itu kembali berjalan normal seperti biasa. Bedanya jika dulu jam tiga sore dia akan kembali memulai pekerjaan keduanya, tapi sekarang jika di waktu seperti itu ia akan kembali kerumah guna langsung beristirahat. Atau mungkin ganti baju dan langsung jogging sampai jam lima sore. Cara tersebut telah ia terapkan selama sebulan ini untuk mengusir rasa sepinya akan rumah. Ponsel Oza berdering sekali tanda pesan masuk. Dengan santai ia meraih ponselnya dan mulai membuka pesannya. 'Nanti tunggu aku, jangan pulang duluan. Tungggu depan kantor aja ya kalau ga mau masuk, aku masih ada kerjaan tanggung banget kalau di tinggal sekarang' Oza mendengus malas membacanya. Selalu saja menyuruhnya menunggu. 'Lima belas

