Chapter 49

1153 Kata

"Jadi, kamu enggak jadi ambil beasiswa ke Jepang itu?" tanya Rena sembari menyantap makan siangnya. "Enggak," jawab Atayya singkat. "Sebenarnya kalau kamu bilang sama Abang kalau kamu mau kuliah, Abang pasti bolehin kok. Asalkan memilih kampusnya yang ada di Jakarta saja," ucap Rena lagi. "Sepertinya sekarang aku sudah berubah pikiran. Mungkin menjadi ibu rumah tangga yang baik adalah pilihan yang tepat untuk aku," sahut Atayya. "Atayya!" Sapaan itu membuat Atayya dan Rena terhenti menyantap makan siang mereka. "Ngapain lagi sih ini orang," sungut Rena ketika ia mendapati Sabhira lah yang ada di sana. "Hai, Kak," sapa Atayya. "Berdua saja kalian?" tanya Sabhira. "Buta, ya?" tanya Rena. "Na. Kasar banget pertanyaannya," tegur Atayya. "Lagian pertanyaannya enggak bermutu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN