Sesekali Atayya menghela napasnya dengan berat, kram diperutnya semakin menjadi. Terlebih ketika ia harus berbolak-balik mengantar dokumen ke managemen lain. Meski berada di gedung yang sama dan hanya berbeda lantai, namun itu cukup melelahkan baginya. "Minum dulu, Ya," ucap Salsha. Atayya menganggukkan kepalanya dan mengambil alih sebotol air hangat yang disodorkan Salsha padanya. "Terima kasih," ucapnya. "Nanti kalau lo mau, gue bisa kok gantiin elo," ucap Salsha. "Tugas aku, ya harus aku yang mengerjakannya, Sal," sahut Atayya. "Tapi kalau kondisi elo begini, sama saja dengan elo menyiksa diri lo sendiri," sahut Salsha. "Gue juga tahu bagaimana rasanya ada di posisi elo, dan rasanya itu enggak enak banget pasti," sambungnya. Atayya hanya tersenyum, lalu ia melanjutkan peker

