Test pack

931 Kata
Setelah menikah, aku dan Ahzar diberi kepercayaan untuk mengurus Anak cabang perusahaan Vandrik Grup di kota B, sehingga dengan otomatis kami harus menetap di kota itu juga. Berat rasanya aku harus pergi meninggalkan rumah, apalagi aku tak mengenali siapa-siapa di kota B ini. Aku tidak pernah menyesali takdirku, apalagi semenjak pernikahan ini Ahzar memperlakukan aku dengan baik, tak ada sedikit pun tanda-tanda Ahzar akan membenci ku atau melahapku. Aku salut dengan perlakuan Ahzar, dewasa dan sabar menghadapi tingkahku, terkadang ada terbesit di hatiku untuk menghargai usaha Ahzar lebih, Tetapi bayangan kelam itu selalu menghantuiku, aku dihantui rasa takut, takut akan diriku sendiri. Pagi ini kepalaku pusing sekali disertai dengan perutku tidak enak, seperti ingin muntah. Bolak-balik keluar-masuk kamar mandi cukup menguras tenagaku, entah ada apa denganku, aku enggan untuk menghubungi Ahzar yang ada di kantor saat ini. "Weekkk... Uweeekk..." Ini mungkin kebelasan kalinya aku mual tidak jelas. begini, perutku terasa seperti di obrak-abrik. "Tringgggg... Triiiiinggg... triinggg... " Ponselku berdering "Nomor tidak dikenal" Selang beberapa menit berdering lagi, "Triinggg... tringggg..". Masih dengan nomor yang sama Ia mengulangi panggilan itu hingga beberapa kali, akhirnya aku putuskan untuk menjawabnya. "Iya, Hallo" "Hei!! Aku mengkhawatirkan mu". Terdengar suara laki-laki dari seberang sana. "Maksudnya?" "Ini aku Ahzar". Ucap Ahzar dari seberang sana Aku baru ingat ternyata selama ini aku tidak menyimpan kontak Ahzar di ponselku, tapi dari mana ia dapat kontakku ya? Aahh.. Soal itu sangat mudah baginya, ia bisa menggunakan kekuatannya sekarang untuk perihal apapun. "Aku tahu dari pengawal rumah, katanya kamu sedang tidak fit". Ujar Ahzar "Ahhh.. Mereka hanya sok tahu, aku biasa saja" "Makan dan istirahatlah, aku akan pulang cepat hari ini" "Tidak perlu berlebihan , aku baik-baik saja". Aku berbohong pada Ahzar, agar ia tak pulang cepat, aku tidak mau melihat ia lama-lama di rumah ini. Walaupun sebenarnya ia tidak menggangguku tetapi aku risih saja jika ia ada di rumah apa lagi satu ruangan denganku. Siang itu Bi Ama mengantarkan makan siang ke kamarku, dibuatnya s**u hangat sekalian. "Kenapa harus s**u hangat? Ini kan masih siang, cuaca di luar panas sekali, kenapa tidak yang segar-segar saja". Protesku saat Bi Ama meletakkan makanan di meja kamar. Aku tidak tahu maksudnya, Bi Ama hanya tersenyum. "Bi Ama, Apa di kulkas ada Buah mangga? Aku sedang ingin makan yang sedikit asam". Tanyaku pada wanita separuh baya itu "Nanti akan saya carikan Nona, makan saja makanannya dulu". Tutur Bi Ama sebelum pamit keluar kamarku sambil tersenyum sumringah Aku tidak paham dengan ekspresi yang ditampakkan Bi Ama saat ini, yang jelas ini tak seperti biasanya. Bi Ama menguhubungi Daff, Asisten pribadi nya Tuan Ahzar. ✔ "Tuan Daff, Nona kelihatan lesu sekali, sepertinya ia menolak untuk makan, Nona minta dibelikan buah mangga, sekalian belikan nona multivitamin dan test pack, sepertinya akan ada berita baik setelah ini". Pesan singkat dari Bi Ama dibaca oleh Asisten Daff. Asisten Daff membeli semua perlengkapan yang dibutuhkan istri bosnya itu, tanpa memberi tahu Tuan Ahzar terlebih dahulu. "Biarkan ini semua menjadi kejutan". Ucap Daff tersenyum manis. Belakangan ini aku ketahui bahwa Bi Ama dulunya berprofesi sebagai seorang perawat, kemudian ia dipercayai oleh Mr. Je untuk merawat Ahzar semenjak kecil, kedekatan antara Ahzar dan Bi Ama tidak bisa diragukan lagi, Ahzar menganggap Bi Ama adalah ibu keduanya, karena hanya Bi Ama yang mengurusnya semenjak kedua orang tuanya memilih untuk berpisah. Sehingga Ahzar menyebutnya 'Bi Ama' yang artinya Antara Bibi dan mama. Tak jauh berbeda antara dulu dan sekarang, Bi Ama juga tetap merawat Ahzar sampai sekarang, mulai dari mengatur menu makan Ahzar agar tetap sehat, obat-obatan dan perlengkapan Ahzar yang berhubungan dengan kesehatan, terlebih lagi saat ini selain Ahzar, Bi Ama juga harus memperhatikan kesehatan Nona di rumah ini. "Ini perlengkapan yang Bi Ama pesan tadi, sudah saya siapkan". Ujar Daff mengulurkan tas merah yang bertulisan Apotek Megah. Mataku terbelalak melihat apa yang diperbincangkan antara Bi Ama dan Daff saat Ahzar dan Daff kembali dari kantor. Apa yang dibawakan Daff ini, aku tidak bisa menebaknya, aku takut Bi Ama mengetahui sesuatu tentangku. "Nona, saya bantu untuk ___". Kalimat Bi Ama terpotong "Triiiinggg triingg". Suara Ponsel Ahzar berdering membuyarkan semua fokus orang yang ada di kamar ini. Ahzar telah keluar dari kamar untuk menjawab telponnya, sepertinya ia tidak mau aku terganggu, sehingga ia harus keluar kamar. Bi Ama yang sejak tadi berdiri di samping ranjangku, aku tarik lengannya untuk mendekat. "Bi Ama, sini saya bisikan". Bi Ama mendekatkan telinganya kearah ku. "Ada apa Nona?" "Apa yang Bi Ama akan lakukan? Jangan macam-macam ya" "Tidak Nona!" "Apa yang Bi Ama ketahui tentang saya?". Aku dengan spontan mengambil Tas merah yang diberikan Daff pada Bi Ama. Ak membuka Tas merah itu buru-buru, aku takut Bi Ama melakukan sesuatu yang tidak-tidak padaku, terlebih lagi dulunya beliau seorang perawat, bisa saja ia tiba-tiba menyuntik ku, walau hanya untuk multivitamin injeksi, aku tetap tidak mau berhubungan dengan alat medis itu. "Maksudnya apa ini?". Ujarku smabil menunjukkan alat uji kehamilan di depan Bi Ama dan Daff. "Ini yang akan kita lakukan Nona, sebelumnya saya ingin bertanya, kapan terakhir kali Nona datang bulan?". Pertanyaan yang mengejutkan. "Ahh... Datang bulan? Kapan terakhir kali aku datang bulan?". Batinku mengenang. Aku bahkan tidak ingat kapan aku terakhir kalinya datang bulan. Mengapa wanita separuh baya ini mengatakan itu, apa ada hal yang aneh dari ku? "Ada apa Bi Ama? Apa aku terlihat seperti orang hamil". "Kita berharapnya seperti itu Nona, sepertinya akan ada kabar baik dari kamar ini". Ucapnya tersenyum Aku dapat melihat dengan jelas ekspresi Daff juga melemparkan senyum yang tidak seperti biasanya. Kabar baik? Apa yang baik? Bisa jadi ini kabar petaka untukku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN