Menikmati Sentuhan

1915 Kata

 Pertengkaran singkat yang menghantarkan pada kenyamanan. Sentuhan indah yang dipaksakan berakhir nyaman. Karenanya sentuhan demi sentuhan-nya mengagumkan. ***    Keesokan harinya ketika bel istirahat telah berbunyi Karin bergegas kekantin bersama Zidni dan Gia. Mereka bertiga memilih duduk dipojok kantin sembari meneguk minuman dingin disiang terik itu, bersamaan dengan menu terenak di Alaska yaitu bakso daging Bu Ayumi.      "Lo selamat semalem Rin?" tanya Zidni kepada gadis dihadapannya itu. Tadi pagi satu sekolah sudah gempar membahas masalah semalam. Tidak hanya yang menonton langsung, yang tidak ikut menonton lebih antusias mendengar ceritanya.      "Gue hampir aja mati," potong Gia cepat.      "Makanya gue ajak pergi lo gak mau," sambung Karin menyalahkan sahabat-nya itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN