Berkali-kali cerita itu dimulai. Selalu ada perselisihan ditengahnya. Sebuah paksaan mengagumkan, karena indah untuk dinikmati bersama. Sebuah rasa yang tak hayal saling menghentak didasar d**a, konyol dan juga runyam. *** Karin, Zidni dan Gia menjadi yang terakhir meninggalkan kelas ketika bel pulang sekolah berbunyi. Ketika menoleh ke ambang pintu Karin dibuat kaget karena menemukan Raka sudah nenunggunya mantap disana. Pantas saja beberapa temannya memilih berlama-lama berada didepan kelasnya. Karena hanya dengan begitu mereka bisa melihat sang pentolan itu dalam jarak sedekat ini. Lagipula Raka terlalu sulit digapai, jadi melihatnya sedekat ini termasuk bonus terbaik berada di sekolah ini. Pantas saja beberapa teman-nya sibuk kasak-kusuk sendiri, beberapa merapikan rambu

