Takut Kehilangan

1871 Kata

Perasaan mudah begitu saja diterima. Namun kadang kala itu tidak sejalan dengan yang diharapkan. Tak apa, rasa bisa tumbuh karena terbiasa. Ketika akhirnya, sedetik saja menghilang titik porosnya hancur tertelan. ***       Sudah tiga hari sejak pertengkaran Karin dengan sepupunya. Dan sudah sejak tiga hari juga Karin tidak datang kesekolah. Dengan perasaan sedikit lega setelah berkutat dengan kesendirian dan sepinya. Disinilah Karin berada. Rumah yang dulu kerap kali menjadi persinggahan-nya jika lelah dan membutuhkan kasih sayang. Rumah yang dulu selalu ramai dan penuh pertengkaran antara kedua kakak beradik, sementara kini hanya tinggal kenangan yang menghantuinya. Dengan mata bengkak karena menangis selama berhari-hari Karin masih saja meringkuk dibalik ranjang dikamarnya ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN