"Bu Bidan, saya benar-benar sudah tidak tahan lagi. Rasanya semakin sakit," keluhku kepada bu bidan sambil memegang perutku. Kemudian asisten diperintahkan untuk kembali mengecek pembukaan pada jalan lahir. "Pembukaannya sudah lengkap, Bu," katanya yang segera diangguki oleh bu bidan. Perempuan cantik dengan kerudung itu kemudian segera memberikan instruksi kepadaku. "Sekarang kita mulai ya, mengejanlah dengan teratur, jangan mengangkat b****g, atur nafasnya ya, kalau lelah katakan kepada ibu, agar kita bisa beristirahat," kata bu bidan yang segera aku angguki secepat mungkin. Entah mengapa dorongan untuk mengejan itu terasa begitu kuat. Aku ingin segera mengeluarkan anak dalam perutku ini. Berapa waktu berlalu, aku masih berjuang di atas ranjang dengan sudah bercucuran keringat dan m

