Kemarahan Viola

1186 Kata

Viola menatap wajah orang yang menyapanya barusan dan menyadari kalau itu adalah William. Tanpa banyak kata, Viola langsung masuk ke dalam mobil William lalu berkata dengan garang. “Bawa aku ke kafe Romero sekarang!” ucap Viola menahan tangisnya. Ia tidak ingin dilihat oleh William menangis di sini, menangisi Richard, menangisi cinta yang baru ia rasakan pada Richard, cinta yang baru mulai bersemi setelah ia dikhianati oleh Leo. “Kamu nggak apa-apa, Sayang?” “Tidak usah bicara padaku! Aku benar-benar butuh waktu sendirian sekarang,” cetus Viola galak. William tersenyum. Ia mengerti bahwa Viola sekarang butuh waktu untuk menyendiri. Dengan Viola naik ke mobilnya saja, ia sudah begitu bahagia. Ia akan menikmati perjalanan dari perusahaan hingga ke kafe nanti sambil menatap wajah cantik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN