Richard tak pernah berniat untuk melumat bibir gadisnya di bioskop seperti ini. Niatannya tadi hanya ingin menghentikan Viola menyaksikan adegan nakal muda-mudi di beberapa sudut bioskop. Ia tadinya berniat hanya ingin mengalihkan perhatian Viola saja, tapi tiba-tiba ia tak sadar sudah mendaratkan bibirnya di bibir Viola. Seketika bibirnya mendarat, seketika itu pula bibirnya menyesap lembut bibir Viola secara naluriah. Pikiran Richard melayang. Ia begitu menikmati pertautan bibirnya dengan Viola. Viola tak kalah kagetnya saat merasakan sentuhan bibir melumat dan menyesap bibirnya lembut penuh kasih sayang. Viola terbang. Ia terbuai dan tanpa sadar mulai membalas lumatan Richard secara natural. Richard begitu bahagia saat tahu Viola membalasnya. Ia meneruskan lumatan bibirnya, mencura

