“Semoga William nggak nekat, ya, Rich? Aku lelah melihat kalian ribut melulu. Aku cuman ingin bekerja cari uang, bukan bikin kalian berdua bertengkar,” ucap Viola menyuarakan rasa lelahnya. “Maafin aku, Vio! Aku tak menyangka William jadi terobsesi padamu. Yang aku tahu, dia tak ambil pusing siapa pun teman tidurnya. Entah mengapa ia menarget kamu yang jelas-jelas wanita baik-baik,” kata Richard tak enak hati. “Semuanya telah terjadi, Rich. Yang jelas aku sudah mengatakan yang sejujurnya tentang perasaanku. Yang kuinginkan hanyalah lingkungan kerja yang sehat tanpa embel-embel asmara di dalamnya.” Richard mengangguk. Ia berusaha mengerti posisi Viola. Namun, hatinya tetap tak terima Viola jadi seperti ini. Viola harus sembuh dari traumanya dan berusaha menjalin hubungan sehat dengannya.

