13.3

1312 Kata

Di lain tempat, Revano kini tengah menunduk takut. Di depannya ada kanjeng ratu dan baginda raja. Siapa lagi kalau bukan Mama dan Papanya yang sudah memiliki cucu entah berapa. Hanya kurang cucu nyata darinya. "Maksud kamu apa dengan meminta permintaan seperti itu?" Tanya Papa dengan nada sarkas. "Maksudnya? Ya, karena Revan mau.." "Kamu ini sudah gila karena Chandra?! Bisa-bisanya kamu merendah seperti itu di depan keluarganya!" Bentak Mama Revano dengan keras. Wanita tua itu memegang kuat-kuat tongkat kayu yang dipegangnya. Matanya menatap kesal pada anak terakhirnya yang malah mengedikan bahu acuh. Keriput yang timbul di sekitar wajah dan juga tangannya tidak membuat wanita itu melupakan amarah karena gengsinya yang meluap. "Jangan bercanda, Revano!" Bentak Mamanya lagi, kali in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN