"Maaf, sayang." Chandra masih diam. Tidak bereaksi sedetikpun. Wanita itu hanya mampu menatap kosong ke depan. Ia bahkan membiarkan Revano yang kembali menangis di sisinya. Entah kekuatan dari mana, tapi Chandra merasa dirinya tidak butuh menangis. Mungkin karena ia pernah kehilangan kehilangan juga. Kehilangan anaknya yang pertama. Yang mana lebih menyakitkan daripada yang sekarang. "Mas, bisa tolong ambilin baju aku?" Tanya Chandra. Wanita itu tersenyum pelan. Tangannya terangkat guna mengusap air mata yang masih mengalir di pipi Revano. "Kamu.." "Bisa tolong ambilin. Maaf, ya, Mas. Aku gak bisa jalan nih. Sakit perutnya," ujarnya seraya mengelus perutnya yang kini sudah 'kosong'. "Y-ya. Sebentar Mas cari dulu. Soalnya Mama tadi ke sini ambil baju." "Kalau ada, tolong ambilin
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


