15.4

1346 Kata

"Hah?" Chandra sedang dalam mode  telmi kini menatap Revano. "Kapan kita buat kaya gini?" Tanya Revano lagi. Blush. Chandra merasakan pipinya kembali memanas. Lebih panas dari sebelumnya. "Ih! Apaan sih! Gak jelas!" "Lho? Kok gak jelas?" "Sana buat aja sama orang!" Ucap Chandra asal. "Yakin gak papa aku buat sama orang?" "Ya.. ya, emang kenapa?" "Oke deh. Besok aku buat sama Hana." "Eh, apaan?! Gak boleh!" Balas Chandra spontan. Revano langsung tertawa. "Katanya tadi boleh.." "Ih, tau ah!" Revano tertawa puas. Lelaki itu bahkan melupakan bayi di gendongannya yang mulai terusik. "Mas, diem! Nanti dedenya bangun lagi!" Bisik Chandra seraya mencubit lengan Revano. "Aduh, sakit, Yang. Jangan dicubit." "Makanya diem! Tuh, mau bangun, kan?" Revano hanya bisa tersenyu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN