Hujan deras mengguyur kota Semarang sejak sore tadi. Awan gelap kini mulai menyelimuti langit di atas sana. Bulan yang sedang Chandra tunggu sejak tadi nyatanya tidak muncul. Di tengah gelapnya malam, wanita itu merenung. Dengan tangan yang menengadah ke depan. Menyimpan air hujan yang turun lewat balkon kamarnya. Udara dingin yang menusuk tidak membuat Chandra bangkit dari tempatnya dan bergelung dalam selimut. Perempuan dua puluh tiga tahun itu menghela napas dalam-dalam. Mencium aroma tanah yang bercampur dengan air hujan. Menenangkan. Di saat hatinya penuh rasa sakit akibat kejujuran yang tertunda, matanya membasahi pipi. Turut menurunkan air seperti yang langit lakukan. Namun ini berbeda. Ada rasa nyeri yang tak terhingga Chandra rasakan. Jika tangannya yang terkena air hujan tera

