Bab 88

1464 Kata

Aroma Ketakutan Minggu ke-10, Rumah Lia Cabang Selatan mulai hidup. Suara tawa anak-anak terdengar lagi setiap pagi. Aluna kini menjadi kakak pembimbing bagi adik-adik yang datang, dan Sekar bahkan membuat lukisan besar bertuliskan: > “Di sini aku boleh salah.” Tapi kehidupan kecil itu diguncang oleh bayangan yang merayap diam-diam. Beberapa malam, Reyhan mendapati batu-batu dilempar ke atap. Sekali, kaca ruang belajar pecah. Tak ada saksi, tak ada suara. Tapi semua tahu, itu bukan angin malam. Dan suatu pagi, papan nama Rumah Lia di depan gerbang dicorat-coret dengan cat hitam: > “Pulang atau Terbakar.” ** Damar Bertanya Reyhan menyembunyikan semua kecemasan dari anak-anak. Tapi Damar merasakan ketegangan itu. Ia melihat bagaimana Reyhan mulai terbangun tengah malam, memeri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN