Tamu-Tamu Terhormat dan Tamu-Tamu yang Tak Diundang Pagi itu Rumah Lia Kertanegara seperti bersiap menyambut hari raya. Semua anak memakai pakaian terbaik mereka—kemeja bersih, blus putih, bahkan beberapa remaja perempuan mengenakan jilbab baru yang mereka simpan hanya untuk acara khusus. Hari ini adalah hari penting: kunjungan dari Kementerian Sosial dan beberapa donatur besar, termasuk perwakilan yayasan internasional. Kegiatan ini penting, bukan hanya demi pencitraan, tapi karena Rumah Lia tengah mengajukan perluasan cabang ke Jawa Timur dan membutuhkan rekomendasi pusat. Reyhan berdiri di halaman depan bersama Saras dan Toni, menyambut para tamu yang mulai berdatangan. > “Rumah ini dulunya tempat saya menyimpan rasa bersalah,” ujar Reyhan dalam sambutannya, “tapi sekarang jadi t

