Surat Balasan Dua hari setelah ledakan emosi Iksan, Reyhan menulis surat balasan untuk Guntur. Bukan sekadar surat sambutan, melainkan ujian awal—sebuah penegasan bahwa pertobatan bukan sekadar permintaan maaf. > Guntur, Aku baca suratmu. Aku percaya niat bisa datang bahkan dari tempat yang paling gelap. Tapi niat tanpa proses bukan perubahan. Ini bukan tentang aku memaafkanmu. Ini tentang bagaimana kamu memulihkan luka yang pernah kamu buat. Dan luka itu bukan milikku—tapi milik orang lain yang pernah kamu remukkan. Kalau kamu sungguh ingin menjadi bagian dari Rumah Lia, maka langkah pertamamu bukan datang ke rumah ini... tapi menghadap mereka yang pernah kamu hancurkan, dan membiarkan mereka yang memutuskan: layakkah kamu dibangunkan kembali di antara batu bata harapan yang mereka

