Gerakan yang Terlalu Besar untuk Diabaikan Sejak momen Rafael berdiri di Istana, Rumah Lia meledak secara nasional. Jumlah relawan meningkat tiga kali lipat. Donasi melimpah. Liputan media membanjiri semua platform. Mural wajah Rafael muncul di dinding kota. Kalimat-kalimatnya dicetak di kaus, stiker, bahkan mural sekolah. Namun bersama popularitas itu, datang juga godaan yang tak bisa dihindari: kekuasaan dan uang. Tiga hari setelah acara penghargaan, Davin menerima undangan makan malam dari Pak Arya Wirawan, politisi senior dan mantan menteri sosial yang kini menjadi figur utama partai politik nasional. ** Makan Malam yang Menebar Racun Restoran bintang lima, suasana mewah, meja hanya untuk dua orang. Pak Arya membuka pembicaraan dengan senyum lebar: > “Anak muda, saya terkes

